Daftar Presiden Indonesia Dari Satu Sampai Tujuh

Daftar Presiden Indonesia Dari Satu Sampai Tujuh

Presiden Indonesia ( nama jabatan resmi: Presiden Republik Indonesia ) ialah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Indonesia. Sebagai kepala negara, Presiden ialah simbol sah negara Indonesia di dunia. Sebagai kepala pemerintahan, Presiden ditolong oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet, memegang dominasi eksekutif untuk mengemban tugas-tugas pemerintah sehari-hari. Presiden (dan Wakil Presiden) menjabat sekitar 5 tahun, dan sesudahnya bisa dipilih pulang dalam jabatan yang sama guna satu kali masa jabatan. Ia digaji selama Rp 30.240.000/bulan.

oleh karena itu tidak sedikit dari mereka-mereka yang memiliki ilmu pengetahuan,uang,titel,pangkat, bahkan jabatan sebelum nya pun hendak menjadikan keyakinan mereka guna memimpin indonesia ini, dan inilah susunan daftar presiden indonesia beserta informasi nya :

Daftar Presiden Indonesia Dari Satu Sampai Tujuh
Daftar Presiden Indonesia Dari Satu Sampai Tujuh

Daftar Presiden Indonesia Dari Satu Sampai Tujuh

Presiden Ke – 1.Dr. Ir. H. Soekarno

(EYD : Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada usia 69 tahun) ialah Presiden Indonesia kesatu yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peran yang urgen dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia ialah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno ialah yang kesatu kali melahirkan konsep tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya menurut versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk menyelamatkan dan menjaga ketenteraman negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk mengajak bubar Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengubah anggota-anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggungjawabannya ditampik Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Soekarno dibebastugaskan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama dan Soeharto menggantikannya sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.

Wakil Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta

(lahir dengan nama Mohammad Athar, populer sebagai Bung Hatta; bermunculan di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi, Sumatera Barat), Hindia Belanda, 12 Agustus 1902 – meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 pada usia 77 tahun) ialah pejuang, negarawan, ekonom, dan pun Wakil Presiden Indonesia yang kesatu. Ia bareng Soekarno memainkan peranan urgen untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia pun pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, sebab berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta pun dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Bandar udara internasional Tangerang Banten, Bandar Udara Soekarno-Hatta, memakai namanya sebagai penghormatan terhadap jasa-jasanya. Di samping diabadikan di Indonesia, nama Mohammad Hatta pun diabadikan di Belanda yakni sebagai nama jalan di area perumahan Zuiderpolder, Haarlem dengan nama Mohammed Hattastraat. Pada tahun 1980, ia meninggal dan dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta. Bung Hatta diputuskan sebagai di antara Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1986 melewati Keppres nomor 081/TK/1986/

Kumpulan Menteri :

Sutan Syahrir

Amir Sjarifoeddin

Mohammad Hatta

Mohammad Natsir

Soekiman W

Wilopo

Ali Sastroamidjojo

Burhanuddin Harahap

Djoeanda Kartawidjaja

Soekarno

Soeharto

Presiden Ke – 2.Jenderal Besar TNI (Purn.) H. M. Soeharto

(O Jawa: Suharta; Jawa Latin: Suhartå; Hanacaraka:ꦯꦸꦲꦂꦠ) (EYD: Suharto)

(lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921 – meninggal di Jakarta, 27 Januari 2008 pada usia 86 tahun) ialah Presiden ke-dua Indonesia yang menjabat dari tahun 1967 hingga 1998, menggantikan Soekarno. Di dunia internasional, khususnya di Dunia Barat, Soeharto tidak jarang dirujuk dengan sebutan populer “The Smiling General” (bahasa Indonesia: “Sang Jenderal yang Tersenyum”) sebab raut mukanya yang tidak jarang kali tersenyum.

Sebelum menjadi presiden, Soeharto ialah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Setelah Gerakan 30 September 1965, Soeharto mengaku bahwa PKI ialah pihak yang bertanggung jawab dan memimpin operasi guna menumpasnya. Operasi ini menewaskan lebih dari 500.000 jiwa.

Soeharto lantas mengambil alih dominasi dari Soekarno, dan sah menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih pulang oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya selesai setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Ia adalahorang terlama yang menjabat sebagai presiden Indonesia. Soeharto digantikan oleh B.J. Habibie.

Peninggalan Soeharto masih diperdebatkan sampai ketika ini. Dalam masa kekuasaannya, yang dinamakan Orde Baru, Soeharto membina negara yang stabil dan mencapai peradaban ekonomi dan infrastruktur. Suharto juga dirasakan membatasi kemerdekaan warga negara Indonesia keturunan Tionghoa, menempati Timor Timur, dan dirasakan sebagai rezim sangat korupsi dengan jumlah $AS 15 miliar hingga $AS 35 miliar. Usaha guna mengadili Soeharto gagal sebab kesehatannya yang memburuk. Setelah menderita sakit berkepanjangan, ia meninggal sebab kegagalan organ multifungsi di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008.

Wakil ke – 1 Hamengkubuwana IX

Gusti Raden Mas Dorodjatun atau Sri Sultan Hamengkubuwana IX (bahasa Jawa: Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Hanacaraka: POKERBEKEN, bermunculan di Ngayogyakarta Hadiningrat, 12 April 1912 – meninggal di Washington, DC, Amerika Serikat, 2 Oktober 1988 pada usia 76 tahun. Ia ialah salah seorang Sultan yang pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta (1940-1988) dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang kesatu setelah kebebasan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. Ia pun dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Wakil Ke – 2 Adam Malik

Adam Malik Batubara (lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 22 Juli 1917 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 5 September 1984 pada usia 67 tahun) ialah mantan Menteri Indonesia pada sejumlah Departemen, antara beda ia pernah menjabat menjadi Menteri Luar Negeri. Ia pun pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia yang ketiga. Adam Malik diputuskan sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 6 November 1998 menurut Keppres Nomor 107/TK/1998.

Wakil Ke – 3 Jenderal TNI (Purn.) Umar Wirahadikusumah

(lahir di Situraja, Sumedang, Jawa Barat, 10 Oktober 1924 – meninggal di Jakarta, 21 Maret 2003 pada usia 78 tahun) ialah Wakil Presiden Indonesia keempat, menjabat 1983-1988.

Wakil Ke – 4 Soedharmono

Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Soedharmono, S.H (lahir di Cerme, Gresik, Jawa Timur, Indonesia, 12 Maret 1927 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 25 Januari 2006 pada usia 78 tahun) ialah wakil presiden indonesia kelima yang menjabat sekitar periode 1988-1993.

Wakil Ke – 5 Try Sutrisno

Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 15 November 1935; usia 80 tahun) ialah Wakil Presiden Indonesia ke-6 periode 1993-1998. Sebelum diusung sebagai Wakil Presiden Indonesia, Try menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Wakil Ke – 6 B. J. Habibie

Kumpulan Menteri :

Menteri Negara Koordinator :

Saleh Aliff

Hartarto Sastrosoenarto

Soesilo Soedarman

Azwar Anas

Menteri Departemen :

Yogie Suardi Memet

Ali Alatas

Edi Sudrajat (Merangkap sebagai Panglima ABRI hingga dengan 21 Mei 1993)

Oetojo Oesman

Harmoko (sampai dengan 6 Juni 1997)[5]

  1. Hartono (sejak 11 Juni 1997)

Mar’ie Muhammad

Satrio Budihardjo Joedono (sampai dengan 6 Desember 1995)

Tungki Ariwibowo

Sjarifuddin Baharsjah

Ida Bagus Sudjana

Djamaloedin Soeryohadikoesoemo

Radinal Mochtar

Haryanto Dhanutirto

Joop Ave

Subiakto Tjakrawerdaya

Abdul Latief

Siswono Yudo Husodo

Wardiman Djojonegoro

Sujudi

Tarmizi Taher

Endang Kusuma Inten Soewono

Menteri

Presiden Ke – 3 Bacharuddin Jusuf Habibie

Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, Freng (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; usia 80 tahun) ialah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat sekitar 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie adalahWakil Presiden dan pun Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek. Saat ini namanya diabadikan sebagai nama di antara universitas di Gorontalo, menggantikan nama Universitas Negeri Gorontalo.

Masa Jabatan 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999

Wakil Presiden Tidak Ada

Digantikan oleh Megawati Soekarnoputri

Presiden Ke – 4 Abdurrahman Wahid

Dr.(H.C.) K. H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur (lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 – meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada usia 69 tahun)[1] ialah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 sampai 2001. Ia menggantikan Presiden B.J. Habibie sesudah dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil Pemilu 1999. Penyelenggaraan pemerintahannya ditolong oleh Kabinet Persatuan Nasional. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dibuka pada 20 Oktober 1999 dan selesai pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Tepat 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri sesudah mandatnya ditarik keluar oleh MPR. Abdurrahman Wahid ialah mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Wakil Presiden – Megawati Soekarnoputri

Presiden Ke – 5 Megawati Soekarnoputri

Dr.(H.C.) Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau lazimnya lebih dikenal sebagai Megawati Soekarnoputri atau biasa disapa dengan panggilan “Mbak Mega” (lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947; usia 69 tahun) ialah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat semenjak 23 Juli 2001 — 20 Oktober 2004. Ia adalahpresiden perempuan Indonesia kesatu dan anak dari presiden Indonesia kesatu, Soekarno, yang lantas mengikuti jejak ayahnya menjadi Presiden Indonesia. Pada 20 September 2004, ia kalah suara dari Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu Presiden 2004 putaran yang kedua.

Ia menjadi presiden sesudah MPR menyelenggarakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Sidang Istimewa MPR ini diselenggarakan dalam menanggapi tahapan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999–2001, ia menjabat Wakil Presiden pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Megawati pun adalahketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sejak mengasingkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1999.

Wakil – Hamzah Haz

Dr. H. Hamzah Haz, M.A., Ph.D. (lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, 15 Februari 1940; usia 76 tahun) ialah Wakil Presiden Republik Indonesia kesembilan yang menjabat semenjak tahun 2001 bersamaan dengan naiknya Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden Republik Indonesia. Dalam kepartaian, Hamzah Haz menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 1998-2007.

Presiden Ke – 6 Susilo Bambang Yudhoyono

Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono GCB AC (lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1949; usia 67 tahun) ialah Presiden Indonesia ke-6 yang menjabat semenjak 20 Oktober 2004 sampai 20 Oktober 2014. Ia, bareng Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, terpilih dalam Pemilu Presiden 2004. Ia sukses melanjutkan pemerintahannya guna periode kedua dengan pulang memenangkan Pemilu Presiden 2009, kali ini bareng Wakil Presiden Boediono. Sejak era reformasi dimulai, Susilo Bambang Yudhoyono adalahPresiden Indonesia kesatu yang menuntaskan masa kepresidenan sekitar 5 tahun dan sukses terpilih kembali guna periode kedua.

Yudhoyono yang dipanggil “Sus” oleh orangtuanya dan populer dengan panggilan “SBY”,melewatkan beberapa masa kecil dan remajanya di Pacitan. Ia adalahseorang pensiunan militer. Selama di militer ia lebih dikenal sebagai Bambang Yudhoyono. Karier militernya terhenti saat ia diusung Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada tahun 1999, dan tampil sebagai salah seorang pendiri Partai Demokrat. Pangkat terakhir Susilo Bambang Yudhoyono ialah Jenderal TNI sebelum pensiun pada 25 September 2000. Pada Pemilu Presiden 2004, kelebihan suaranya dari Presiden Megawati Soekarnoputri membuatnya menjadi presiden kesatu yang terpilih melewati pemilihan langsung oleh rakyat Indonesia. Hal ini dimungkinkan setelah melewati amendemen UUD 1945.

Wakil Presiden – Muhammad Jusuf Kalla ( Priode 1 )

Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau tidak jarang ditulis Jusuf Kalla saja atau JK (lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942; usia 74 tahun) ialah Wakil Presiden Indonesia yang menjabat semenjak 20 Oktober 2014. JK pernah menjabat sebagai Wakil Presiden pada periode 2004–2009 dan Ketua Umum Partai Golongan Karya pada periode yang sama. JK menjadi capres bareng Wiranto dalam Pilpres 2009 yang diangkat Golkar dan Hanura.

Pada 19 Mei 2014, JK secara sah dicalonkan sebagai cawapres menemani Joko Widodo dalam pernyataan pasangan capres-cawapres Jokowi-JK, di Gedung Joang ’45, Jakarta Pusat. Pasangan ini diangkat oleh lima partai yakni PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura, dan PKPI.

Wakil Presiden – Boediono ( Priode ke 2 )

Prof. Dr. H. Boediono, M.Ec. (lahir di Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943; usia 73 tahun) ialah Wakil Presiden Indonesia kesebelas yang menjabat semenjak 20 Oktober 2009 sampai 20 Oktober 2014. Ia terpilih dalam Pilpres 2009 bareng pasangannya, presiden yang sedang menjabat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, dan Direktur Bank Indonesia (sekarang setara Deputi Gubernur). Saat ini ia pun mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada sebagai guru besar. Oleh relasi dan orang-orang yang biasanya berinteraksi dengannya ia dijuluki The man to get the job done.

Presiden Ke – 7 Joko Widodo

Ir. H. Joko Widodo (O Jawa: Jaka Widada, Jawa Latin: Jåkå Widådå, Hanacaraka: ꦗꦏꦮꦶꦢꦢ) atau yang lebih akrab disapa Jokowi (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961; usia 55 tahun) ialah Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat semenjak 20 Oktober 2014. Ia terpilih bareng Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014. Jokowi pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta semenjak 15 Oktober 2012 hingga dengan 16 Oktober 2014 didampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakil gubernur. Sebelumnya, dia ialah Wali Kota Surakarta (Solo), semenjak 28 Juli 2005 hingga dengan 1 Oktober 2012 didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota. Dua tahun menjalani periode dua-duanya menjadi Wali Kota Solo, Jokowi ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), guna bertarung dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Joko Widodo berasal dari family sederhana. Bahkan, rumahnya pernah digusur sejumlah tiga kali, saat dia masih kecil, namun ia dapat menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Setelah lulus, dia menekuni profesinya sebagai pengusaha mebel. Karier politiknya dibuka dengan menjadi Wali Kota Surakarta pada tahun 2005. Namanya mulai dikenal sesudah dianggap sukses mengganti wajah Kota Surakarta menjadi kota pariwisata, kota budaya, dan kota batik. Pada tanggal 20 September 2012, Jokowi sukses memenangi Pilkada Jakarta 2012. Kemenangannya dirasakan mencerminkan sokongan populer guna seorang pemimpin yang “muda” dan “bersih”, meskipun umurnya telah lebih dari lima puluh tahun.

Semenjak terpilih sebagai gubernur, popularitasnya terus melambung dan menjadi sorotan media. Akibatnya, hadir wacana guna menjadikannya calon presiden guna pemilihan umum presiden Indonesia 2014. Ditambah lagi, hasil survei menunjukkan, nama Jokowi terus unggul. Pada awalnya, Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri mengaku bahwa ia tidak akan memberitahukan calon presiden dari PDI Perjuangan sampai sesudah pemilihan umum legislatif 9 April 2014. Namun, pada tanggal 14 Maret 2014, Jokowi menerima mandat dari Megawati guna maju sebagai calon presiden, tiga minggu sebelum pemilihan umum legislatif dan dua hari sebelum kampanye.

Wakil Presiden – Muhammad Jusuf Kalla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *